Jumat, 02 Desember 2011
Bersinar Saat Rapat
Bagi sebagian orang, rapat adalah momen mengerikan yang selalu ingin dihindari. Namun sebenarnya, rapat justru ajang yang paling tepat untuk menunjukkan potensi, belajar dan mengembangkan diri. "Di sinilah kita dapat belajar cara menganalisis masalah. Rapat juga membuat kita bisa mempelajari cara berpikir orang lain, termasuk yang lebih senior," demikian alasan Rudy Arief, psikolog.
Rapat menjadi suatu hal yang penting dan tak boleh dilewatkan, karena tujuannya adalah untuk kemajuan perusahaan. Umumnya, dalam sebuah rapat dibahas evaluasi tentang kinerja yang telah dilakukan, analisis kekurangan dan kelemahan, strategi perencanaan, dan lain sebagainya. Untuk itu dibutuhkan ide dan pemikiran seputar langkah yang akan diambil oleh perusahaan, baik untuk jangka panjang ataupun jangka pendek.
Ide dan pemikiran dalam rapat inilah yang menurut Rudy, demikian ia biasa disapa, menjadi nilai tambah seorang karyawan di mata pimpinan. "Salah satu cara paling efektif untuk menunjukkan kemampuan kita agar diakui oleh perusahaan, ya, melalui meeting. Pada saat itulah biasanya pimpinan dapat mendengarkan dan mengamati langsung pola pikir kita," ujarnya.
Dengan berperan aktif saat rapat, kapasitas dan kualitas seorang karyawan dapat terlihat. Jika kapasitas tersebut dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya, tentu saja karier karyawan bersangkutan juga akan terdongkrak. Seorang karyawan yang memang memiliki kapasitas dan kualitas akan dianggap sebagai aset berharga perusahaan.
Untuk dapat bersinar dalam meeting, pria yang aktif di ADR Advisory ini mengatakan bahwa karyawan harus dapat mengemas dan mempresentasikan diri dengan baik. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut ini:
* Penampilan saat meeting Jika memang rapat yang akan diadakan bersifat formal, sebisa mungkin berpenampilanlah yang rapi dan menarik. Selain dapat membuat peserta rapat terkesan, penampilan yang menarik juga akan menambah kepercayaan diri Anda saat mengemukakan pendapat atau mempresentasikan sesuatu. Penampilan yang baik juga akan menunjukkan bahwa Anda pekerja yang profesional, mampu memahami situasi, dan peduli pada citra perusahaan.
* Persiapkan dan pelajari materi, serta pahami permasalahan yang akan dibahas. Berbicara di depan umum dan berhadapan dengan banyak orang, apalagi ada pimpinan, buat sebagian orang mungkin sesuatu yang menakutkan dan butuh keberanian yang besar. Tetapi, tentu saja kewajiban untuk berperan aktif di dalam acara rapat kerap tidak dapat dihindari. Salah satu cara untuk meminimalkan ketakutan dan menambah kepercayaan diri adalah dengan menguasai semua topik pembicaraan yang akan dibahas.
Sebelumnya, lakukan persiapan dengan membuat bahan presentasi yang menarik, membuat catatan kecil yang berisi poin-poin yang ingin disampaikan, serta mempelajari semua bahan yang akan dipresentasikan. Sebelumnya analisis juga permasalahan yang ada, dan buat usulan strategi untuk pemecahan masalah. Dengan begitu, Anda akan lebih yakin karena benar-benar paham dengan topik yang sedang dibicarakan.
* Gunakan bahasa yang baik, lugas dan tidak bertele-tele. Saat rapat, jangan menjadi orang yang terlalu pendiam atau sebaliknya, terlalu bertele-tele. Utarakanlah ide dan pemikiran Anda dengan kalimat yang sistematis dan mudah dimengerti. Sampaikan sesuatu langsung pada inti atau pokok permasalahan. Jangan berbicara berputar-putar sehingga membuat orang bosan dan memakan banyak waktu. Jadilah orang yang konsisten pada perkataan, dan tetap fokus pada pokok pembicaraan.
Jika ingin menyampaikan sesuatu yang rumit dan membutuhkan penjelasan yang panjang, gunakan sistem poin-poin. Contohnya, "Saya akan menjelaskan hal berikut dalam lima poin. Pertama, ..., kedua ...," dan seterusnya. Hal ini akan mempermudah orang lain memahami yang Anda sampaikan, sekaligus mencegah interupsi dari peserta rapat lain sebelum penjelasan tersebut selesai diutarakan.
* Gunakan intonasi dan bahasa tubuh yang baik. Pahami benar situasi rapat. Gunakan bahasa tubuh dan intonasi yang mantap agar meyakinkan. Tetapi, jangan sampai terlihat terlalu percaya diri sehingga terkesan sombong. Berdiri atau duduklah dalam posisi tepat dan nyaman. Saat berbicara, jangan lupa melakukan kontak mata dengan setiap orang yang berada dalam ruangan.
*Berikan pemikiran, ide, atau solusi yang jelas dan dapat dilakukan. Hindari memberikan solusi atau ide yang abstrak. Kualitas dan kemampuan seseorang dilihat dari idenya yang cemerlang dan konkret. Artinya dapat diaplikasikan dan sesuai dengan kondisi perusahaan. Menyampaikan gagasan yang tidak masuk akal justru akan memperburuk citra. Ketika kita berbicara lagi, orang akan malas mendengarkan apa dikatakan. Jadi, perhatikan dan pertimbangkan dengan benar setiap gagasan. Jangan sekadar asal bicara agar terlihat aktif di dalam meeting.
Simak dan dengarkan pendapat orang lain dengan baik. Jika ingin orang lain mendengarkan ketika kita berbicara, jangan lupa untuk mendengarkan dan memberi perhatian juga pada orang lain yang sedang berbicara di depan. Dalam sebuah rapat kerja, Anda tak hanya dituntut untuk menjadi seorang pembicara yang baik, tapi juga seorang pendengar yang baik. Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda akan lebih banyak mendapat masukan sebagai bahan tambahan untuk solusi atau ide.
(Ajeng Pinto)
Sumber: Majalah Sekar
Rapat menjadi suatu hal yang penting dan tak boleh dilewatkan, karena tujuannya adalah untuk kemajuan perusahaan. Umumnya, dalam sebuah rapat dibahas evaluasi tentang kinerja yang telah dilakukan, analisis kekurangan dan kelemahan, strategi perencanaan, dan lain sebagainya. Untuk itu dibutuhkan ide dan pemikiran seputar langkah yang akan diambil oleh perusahaan, baik untuk jangka panjang ataupun jangka pendek.
Ide dan pemikiran dalam rapat inilah yang menurut Rudy, demikian ia biasa disapa, menjadi nilai tambah seorang karyawan di mata pimpinan. "Salah satu cara paling efektif untuk menunjukkan kemampuan kita agar diakui oleh perusahaan, ya, melalui meeting. Pada saat itulah biasanya pimpinan dapat mendengarkan dan mengamati langsung pola pikir kita," ujarnya.
Dengan berperan aktif saat rapat, kapasitas dan kualitas seorang karyawan dapat terlihat. Jika kapasitas tersebut dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya, tentu saja karier karyawan bersangkutan juga akan terdongkrak. Seorang karyawan yang memang memiliki kapasitas dan kualitas akan dianggap sebagai aset berharga perusahaan.
Untuk dapat bersinar dalam meeting, pria yang aktif di ADR Advisory ini mengatakan bahwa karyawan harus dapat mengemas dan mempresentasikan diri dengan baik. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut ini:
* Penampilan saat meeting Jika memang rapat yang akan diadakan bersifat formal, sebisa mungkin berpenampilanlah yang rapi dan menarik. Selain dapat membuat peserta rapat terkesan, penampilan yang menarik juga akan menambah kepercayaan diri Anda saat mengemukakan pendapat atau mempresentasikan sesuatu. Penampilan yang baik juga akan menunjukkan bahwa Anda pekerja yang profesional, mampu memahami situasi, dan peduli pada citra perusahaan.
* Persiapkan dan pelajari materi, serta pahami permasalahan yang akan dibahas. Berbicara di depan umum dan berhadapan dengan banyak orang, apalagi ada pimpinan, buat sebagian orang mungkin sesuatu yang menakutkan dan butuh keberanian yang besar. Tetapi, tentu saja kewajiban untuk berperan aktif di dalam acara rapat kerap tidak dapat dihindari. Salah satu cara untuk meminimalkan ketakutan dan menambah kepercayaan diri adalah dengan menguasai semua topik pembicaraan yang akan dibahas.
Sebelumnya, lakukan persiapan dengan membuat bahan presentasi yang menarik, membuat catatan kecil yang berisi poin-poin yang ingin disampaikan, serta mempelajari semua bahan yang akan dipresentasikan. Sebelumnya analisis juga permasalahan yang ada, dan buat usulan strategi untuk pemecahan masalah. Dengan begitu, Anda akan lebih yakin karena benar-benar paham dengan topik yang sedang dibicarakan.
* Gunakan bahasa yang baik, lugas dan tidak bertele-tele. Saat rapat, jangan menjadi orang yang terlalu pendiam atau sebaliknya, terlalu bertele-tele. Utarakanlah ide dan pemikiran Anda dengan kalimat yang sistematis dan mudah dimengerti. Sampaikan sesuatu langsung pada inti atau pokok permasalahan. Jangan berbicara berputar-putar sehingga membuat orang bosan dan memakan banyak waktu. Jadilah orang yang konsisten pada perkataan, dan tetap fokus pada pokok pembicaraan.
Jika ingin menyampaikan sesuatu yang rumit dan membutuhkan penjelasan yang panjang, gunakan sistem poin-poin. Contohnya, "Saya akan menjelaskan hal berikut dalam lima poin. Pertama, ..., kedua ...," dan seterusnya. Hal ini akan mempermudah orang lain memahami yang Anda sampaikan, sekaligus mencegah interupsi dari peserta rapat lain sebelum penjelasan tersebut selesai diutarakan.
* Gunakan intonasi dan bahasa tubuh yang baik. Pahami benar situasi rapat. Gunakan bahasa tubuh dan intonasi yang mantap agar meyakinkan. Tetapi, jangan sampai terlihat terlalu percaya diri sehingga terkesan sombong. Berdiri atau duduklah dalam posisi tepat dan nyaman. Saat berbicara, jangan lupa melakukan kontak mata dengan setiap orang yang berada dalam ruangan.
*Berikan pemikiran, ide, atau solusi yang jelas dan dapat dilakukan. Hindari memberikan solusi atau ide yang abstrak. Kualitas dan kemampuan seseorang dilihat dari idenya yang cemerlang dan konkret. Artinya dapat diaplikasikan dan sesuai dengan kondisi perusahaan. Menyampaikan gagasan yang tidak masuk akal justru akan memperburuk citra. Ketika kita berbicara lagi, orang akan malas mendengarkan apa dikatakan. Jadi, perhatikan dan pertimbangkan dengan benar setiap gagasan. Jangan sekadar asal bicara agar terlihat aktif di dalam meeting.
Simak dan dengarkan pendapat orang lain dengan baik. Jika ingin orang lain mendengarkan ketika kita berbicara, jangan lupa untuk mendengarkan dan memberi perhatian juga pada orang lain yang sedang berbicara di depan. Dalam sebuah rapat kerja, Anda tak hanya dituntut untuk menjadi seorang pembicara yang baik, tapi juga seorang pendengar yang baik. Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda akan lebih banyak mendapat masukan sebagai bahan tambahan untuk solusi atau ide.
(Ajeng Pinto)
Sumber: Majalah Sekar
5 Jurus Agar Usaha Franchise Cepat Balik Modal
Siapa yang tidak senang jika usahanya menghasilkan keuntungan lebih cepat daripada yang diperkirakan sebelumnya? Untuk itu harus melewati titik BEP (Break Even Point) alias balik modal terlebih dulu. Rata-rata usaha umumnya diperkirakan akan bisa balik modal di akhir tahun kedua, walau begitu tergantung jenis atau bidang usahanya.
Jenis usaha di bidang makanan biasanya lebih cepat balik modal dibandingkan usaha di bidang lainnya. Makanya bidang makanan ini selalu menjadi favorit calon franchisee. Walau begitu persaingan usaha di bidang makanan pun sangat ketat. Tak jarang sesama franchisee bersaing sengit karena pengaturan teritori yang makin sempit. Akibatnya omzet usaha bukannya makin meningkat, malah makin turun.
Dalam situasi begini, bagaimana mau untung kalau balik modal saja susah? Nah, supaya lebih cepat balik modal, ada beberapa ide bisnis yang bisa dilakukan para franchisee.
1. Lokasi strategis
Tempat usaha atau outlet di pinggir jalan utama, di persimpangan, di sudut pinggir jalan, lalu lintas yang ramai, mudah dijangkau, mudah terlihat, punya tempat parkir memadai, adalah lokasi-
lokasi yang harus dipilih untuk menarik pembeli. Makin banyak pengunjung, makin besar kesempatan terjadi penjualan, makin besar omzet usaha, makin cepat balik modal.
2. Take over
Dibandingkan dengan merintis outlet baru, yang kemungkinan memerlukan waktu sampai orang mengenal tempat usaha Anda, mengapa tidak mempertimbangkan mengambil alih franchise yang sudah berjalan baik dari pemilik lama kemudian menjalankannya sendiri? Ini merupakan salah satu cara memastikan Anda akan segera mendapatkan pembeli. Dengan pelanggan yang sudah ada ditambah sedikit kreativitas dalam berpromosi, Anda akan mendapat pelanggan baru.
3. Beli hak waralaba utama
Jika memiliki dana cukup besar dan bertujuan untuk mengembangkan area bisnis di suatu daerah sasaran, Anda bisa mempertimbangkan membeli hak waralaba utama di daerah tersebut. Sehingga calon franchisee lain yang akan buka di sana harus seizin Anda. Cara ini akan menjamin teritori pengembangan usaha Anda tetap kompetitif di tengah persaingan usaha yang makin ketat.
4. Kontinuitas stok barang
Pelanggan dengan mudah beralih ke pesaing terutama sesama franchisee jika mereka tidak bisa mendapatkannya dari outlet Anda. Karena itu menjaga ketersediaan stok barang adalah keharusan untuk memastikan kelancaran penjualan. Makin tinggi penjualan makin cepat balik modal.
5. Efisiensi biaya
Dalam rumusan BEP maka biaya tetap (fixed cost seperti listrik, telepon, gaji karyawan, franchise fee, dan biaya tidak tetap (variable cost, seperti bahan baku) adalah faktor-faktor yang sangat menentukan cepat atau lambatnya balik modal. Dalam kaitannya dengan aneka biaya ini, cobalah menghemat pemakaian listrik, telepon, dan usahakan pilih fee waralaba yang realistis. Lebih baik kalau franchise fee dibayar tiap tahun ketimbang dibayar di muka. Artinya kalau sudah ada pemasukan usaha baru, bayar franchise fee. Kemudian mengoptimalkan cara kerja agar lebih produktif, dan mendapatkan bahan baku murah dengan kualitas yang baik. Semua upaya tadi akan membantu efiesiensi biaya. Artinya makin kecil biaya-biaya yang dikeluarkan, makin cepat balik modalnya.
Beri nilai tambah
Pelayanan memuaskan. Berilah nilai lebih pada outlet Anda. Jangan hanya terpaku pada konsep standar yang diberikan franchisor, tapi tambahkan juga keunikan pada gerai Anda. Selain itu, pemilik harus terjun langsung mengelola waralaba agar paham dengan kondisi bisnisnya. Sebelum terjun ke pengelolaan waralabanya, calon franchisee perlu mempelajari betul sang franchisor. Oleh karena itu pilihlah yang sesuai dengan minat atau hobi, sehingga tidak terasa sedang bekerja tetapi melakukan sesuatu yang disukai.
Sebaiknya tidak terlalu bergantung pada sistem yang sudah ada. Biasanya, karena sudah mendapatkan SOP (standard operating procedure) dari franchisor, calon franchisee enggan mencari tahu lagi keinginan pelanggan seperti apa. Franchisee juga harus berupaya agar kinerja gerainya lebih baik daripada yang ditargetkan. Walaupun sudah ada sistem yang tinggal dijalankan dan memiliki pegawai untuk menjalankan sistem tersebut, paling tidak 2-3 hari sekali cek kondisi di masing-masing gerai. Dengan begitu, Anda tahu langsung masalahnya di mana, dan segera mencari solusi.
Ciptakan nilai tambah dari standar pelayanan yang sudah diberikan franchisor. Selama dikomunikasikan dan mendapat persetujuan franchisor, boleh-boleh saja kita membuat kejutan yang menyenangkan untuk pelanggan. Misalnya program diskon pada hari-hari istimewa, paket hemat, memberi gimmick berupa hadiah kecil. Yang pasti para pelanggan senang jika Anda perlakukan seperti raja. Pelanggan yang puas akan kembali lagi, mengajak siapapun ke gerai Anda. Itu artinya lebih banyak penjualan, omzet meningkat, makin cepat balik modal.
(Mike Rini Sutikno, CFP, Managing Partner MRE, Financial & Business Advisory)
Sumber: Majalah IdeBisnis
Jenis usaha di bidang makanan biasanya lebih cepat balik modal dibandingkan usaha di bidang lainnya. Makanya bidang makanan ini selalu menjadi favorit calon franchisee. Walau begitu persaingan usaha di bidang makanan pun sangat ketat. Tak jarang sesama franchisee bersaing sengit karena pengaturan teritori yang makin sempit. Akibatnya omzet usaha bukannya makin meningkat, malah makin turun.
Dalam situasi begini, bagaimana mau untung kalau balik modal saja susah? Nah, supaya lebih cepat balik modal, ada beberapa ide bisnis yang bisa dilakukan para franchisee.
1. Lokasi strategis
Tempat usaha atau outlet di pinggir jalan utama, di persimpangan, di sudut pinggir jalan, lalu lintas yang ramai, mudah dijangkau, mudah terlihat, punya tempat parkir memadai, adalah lokasi-
lokasi yang harus dipilih untuk menarik pembeli. Makin banyak pengunjung, makin besar kesempatan terjadi penjualan, makin besar omzet usaha, makin cepat balik modal.
2. Take over
Dibandingkan dengan merintis outlet baru, yang kemungkinan memerlukan waktu sampai orang mengenal tempat usaha Anda, mengapa tidak mempertimbangkan mengambil alih franchise yang sudah berjalan baik dari pemilik lama kemudian menjalankannya sendiri? Ini merupakan salah satu cara memastikan Anda akan segera mendapatkan pembeli. Dengan pelanggan yang sudah ada ditambah sedikit kreativitas dalam berpromosi, Anda akan mendapat pelanggan baru.
3. Beli hak waralaba utama
Jika memiliki dana cukup besar dan bertujuan untuk mengembangkan area bisnis di suatu daerah sasaran, Anda bisa mempertimbangkan membeli hak waralaba utama di daerah tersebut. Sehingga calon franchisee lain yang akan buka di sana harus seizin Anda. Cara ini akan menjamin teritori pengembangan usaha Anda tetap kompetitif di tengah persaingan usaha yang makin ketat.
4. Kontinuitas stok barang
Pelanggan dengan mudah beralih ke pesaing terutama sesama franchisee jika mereka tidak bisa mendapatkannya dari outlet Anda. Karena itu menjaga ketersediaan stok barang adalah keharusan untuk memastikan kelancaran penjualan. Makin tinggi penjualan makin cepat balik modal.
5. Efisiensi biaya
Dalam rumusan BEP maka biaya tetap (fixed cost seperti listrik, telepon, gaji karyawan, franchise fee, dan biaya tidak tetap (variable cost, seperti bahan baku) adalah faktor-faktor yang sangat menentukan cepat atau lambatnya balik modal. Dalam kaitannya dengan aneka biaya ini, cobalah menghemat pemakaian listrik, telepon, dan usahakan pilih fee waralaba yang realistis. Lebih baik kalau franchise fee dibayar tiap tahun ketimbang dibayar di muka. Artinya kalau sudah ada pemasukan usaha baru, bayar franchise fee. Kemudian mengoptimalkan cara kerja agar lebih produktif, dan mendapatkan bahan baku murah dengan kualitas yang baik. Semua upaya tadi akan membantu efiesiensi biaya. Artinya makin kecil biaya-biaya yang dikeluarkan, makin cepat balik modalnya.
Beri nilai tambah
Pelayanan memuaskan. Berilah nilai lebih pada outlet Anda. Jangan hanya terpaku pada konsep standar yang diberikan franchisor, tapi tambahkan juga keunikan pada gerai Anda. Selain itu, pemilik harus terjun langsung mengelola waralaba agar paham dengan kondisi bisnisnya. Sebelum terjun ke pengelolaan waralabanya, calon franchisee perlu mempelajari betul sang franchisor. Oleh karena itu pilihlah yang sesuai dengan minat atau hobi, sehingga tidak terasa sedang bekerja tetapi melakukan sesuatu yang disukai.
Sebaiknya tidak terlalu bergantung pada sistem yang sudah ada. Biasanya, karena sudah mendapatkan SOP (standard operating procedure) dari franchisor, calon franchisee enggan mencari tahu lagi keinginan pelanggan seperti apa. Franchisee juga harus berupaya agar kinerja gerainya lebih baik daripada yang ditargetkan. Walaupun sudah ada sistem yang tinggal dijalankan dan memiliki pegawai untuk menjalankan sistem tersebut, paling tidak 2-3 hari sekali cek kondisi di masing-masing gerai. Dengan begitu, Anda tahu langsung masalahnya di mana, dan segera mencari solusi.
Ciptakan nilai tambah dari standar pelayanan yang sudah diberikan franchisor. Selama dikomunikasikan dan mendapat persetujuan franchisor, boleh-boleh saja kita membuat kejutan yang menyenangkan untuk pelanggan. Misalnya program diskon pada hari-hari istimewa, paket hemat, memberi gimmick berupa hadiah kecil. Yang pasti para pelanggan senang jika Anda perlakukan seperti raja. Pelanggan yang puas akan kembali lagi, mengajak siapapun ke gerai Anda. Itu artinya lebih banyak penjualan, omzet meningkat, makin cepat balik modal.
(Mike Rini Sutikno, CFP, Managing Partner MRE, Financial & Business Advisory)
Sumber: Majalah IdeBisnis
Langganan:
Postingan (Atom)